HALAMAN DEPAN arrow INFO KESEHATAN  
 
 
 
Main Menu
HALAMAN DEPAN
TENTANG KAMI
KEGIATAN
ARTIKEL
BERITA BARU
BERITA KOMUNITAS
GENTA AGRARIA
INFODOK
INFO NIAGA
JASA PELAYANAN
GALERY FOTO
FTA
INFO KESEHATAN
ALAMAT DKP
ARSIP 2007
ARSIP 2008
KONTAK KAMI
 
Minum Madu PDF Cetak E-mail

Mau Awet Muda? Minum Madu! 

Image Sejak lebih dari 5.000 tahun lalu, madu digunakan sebagai pengobatan berbagai penyakit, seperti asma, radang sendi, luka bakar, sembelit, demam, wasir, migren, dan penyakit saraf. Salah satu keuntungan madu terbaik adalah melindungi tubuh dari infeksi dan mempercepat penyembuhan. Karena madu mempunyai fungsi bactericidal, anti alergi, anti radang, antiseptik, antibiotik, anti jamur, dan anti bakteri. 
 
Hal ini disebabkan kadar gula yang tinggi dalam madu sehingga dapat membunuh berbagai macam bakteri, dan beberapa antibiotik pembunuh kuman. Madu juga memberi kelembaban untuk memulihkan kesehatan dengan cepat dan menyembuhkan luka. Bahkan orang telah menggunakan produk lebah selain sebagai sumber makanan dan obat-obatan, juga untuk peremajaan (royal jelly atau zat yang diproduksi oleh lebah pekerja di dalam sarang yang kaya akan gula, protein, lemak, dan berbagai vitamin). Lebah pekerja ini hanya mengonsumsi royal jelly selama 3 hari, sementara ratu lebah mengonsumsi sepanjang hidupnya sehingga usia ratu lebah 40 kali lebih lama dibandingkan usia lebah pekerja yang hanya 5-6 minggu).
 
Dari Mana Madu Berasal?
 
Madu berasal dari nektar yang dikumpulkan lebah madu dari berbagai bunga tumbuhan. Lebah menyimpan nektar di sarangnya sebagai makanan mereka. Namun para peternak lebah akan memanen madu yang berlebih, lalu menjualnya. Nektar adalah senyawa kompleks yang dihasilkan kelenjar nectiffier dalam bunga, berupa cairan, rasanya manis alami dengan aroma lembut. Nektar mengandung air, glukosa, fruktosa, sukrosa, protein, asam amino, karoten, vitamin dan minyak serta mineral esensial.  
 
Menurut karakteristiknya, karakteristik madu dibedakan berdasarkan sumber nektar, letak geografi dan teknologi pemrosesannya. Karakteristik madu disesuaikan dengan sumber nektarnya, yaitu flora, ekstrak flora, dan madu embun.
 
Madu monoflora artinya nektar berasal dari satu jenis tumbuhan utama, seperti madu bunga matahari, madu klengkeng, dan madu jeruk. Jadi, wangi, warna dan rasanya sesuai dengan sumber bunganya. Sementara madu multiflora (poliflora) adalah madu yang sumber nektarnya berasal dari beberapa sumber bunga. Bunga poliflora ini dinamakan sesuai dengan lokasi tempat madu dikumpulkan, misalnya Madu Sumbawa, Madu Bangka, atau Madu Timor. Madu juga bisa dicirikan sesuai dengan letak geografis tempat madu tersebut diproduksi. Seperti Madu Timur Jauh, Madu Yaman, dan lain-lain.
 
Madu embun (honeydew) adalah zat manis yang lengket seperti tetesan embun di atas daun dan kulit pohon yang diproduksi oleh beberapa jenis serangga penghisap cairan tumbuhan. Komposisinya mirip nektar, tetapi lebih banyak mengandung mineral. Biasanya lebah madu mengumpulkan madu embun bila nektar yang ada sudah tidak lagi mencukupi. Lebah memang cenderung mengambil nektar dari satu jenis tanaman dan baru mengambil dari tanaman lain bila cadangan makanan mereka belum mencukupi. 
 
Jenis madu berdasarkan teknologi perolehannya dibedakan menjadi madu peras (strained honey) dan madu ekstraksi. Madu peras diperas langsung dari sarangnya. Sedang madu ekstraksi didapat dari proses sentrifugasi.
 
Apa Manfaat Madu?
 
Madu terdiri dari 35 persen protein dan berisi separuh dari semua asam amino, serta mengandung konsentrat tinggi dari banyak nutrisi penting. Madu mengandung sejumlah besar mineral, vitamin B kompleks, vitamin C, D dan E. Madu juga memiliki efek anti bakteri sehingga banyak dipakai untuk mengobati luka dan mempercepat penyembuhan.
 
Hasil penelitian Robert Bloomfield yang diterbitkan Journal of the American Medical Association, menyatakan penggunaan madu selama 2-3 hari di bawah pembalut luka, akan mempercepat penyembuhan borok dan luka bakar, lebih baik daripada menggunakan bahan lainnya. Madu juga dapat digunakan untuk memulihkan luka terpotong, lecet, ruam kulit dan luka bakar melalui kelebihan air yang keluar dari jaringan kulit dan mengurangi bengkak.
 
Sebagai pelembab, madu dapat Anda ulaskan sedikit di kulit, lalu bilaslah dengan air dingin atau hangat. Maka Anda akan merasakan kulit Anda sehalus kulit bayi. Sebagai sabun anti bakteri dan sabun berendam, mandi dengan madu langsung dari wadahnya akan menghasilkan kulit bersih dan bercahaya. Wajah berminyak dan berjerawat bila disebabkan oleh alergi atau pemakaian kosmetik yang tidak cocok juga dapat kita atasi dengan olesan madu pada wajah. Untuk merawat kulit kepala dan rambut, Anda cukup mengusapkan madu (dengan atau tanpa minyak zaitun) pada rambut yang kering atau lembab selama 1,5 jam sebelum dibersihkan.
 
Untuk merawat gigi dan sariawan, gunakannya madu murni untuk membersihkan gigi, gigi palsu, mulut, menghentikan gusi berdarah, kanker mulut, melepuh, dan luka pada mulut. Untuk menyembuhkan asma, bronkitis dan penyakit lain yang berhubungan dengan pernapasan, madu dapat dikombinasikan dengan berbagai macam obat herbal. Campuran 1 sendok teh tanaman obat yang sudah dihaluskan ke dalam sedikit madu, lalu diminum selama diperlukan, baik untuk paru-paru dan saluran pernapasan.
 
Berbagai Jenis Madu dan Manfaatnya
 
1. Madu alfalfa, berasal dari bunga ungu tanaman alfalfa. Madu ini berwarna terang dengan wangi dan rasa yang tidak terlalu menyengat.
2. Madu alpukat, dikumpulkan dari bunga alpukat, warnanya gelap dan rasanya kaya akan lemak.
3. Madu blueberry berasal dari bunga putih blueberry, warnanya kuning kecoklatan muda dengan rasa enak. Madu ini hanya diproduksi di Inggris dan Michigan (Amerika Serikat).
4. Madu clover rasanya enak dan tidak terlalu tajam, berasal dari bunga clover, warnanya bervariasi dari bening seperti air hingga kuning kecoklatan tua, tergantung lokasi dan jenis bunga clover yang menjadi sumbernya.
5. Madu eucalyptus tidak terlalu enak tetapi sangat bernilai karena konon dapat mengobati penyakit tuberkulosis paru. Madu ini berasal dari banyak pohon berbunga sehingga warnanya bervariasi dengan rasa kuat seperti obat.
6. Madu jeruk pada umumnya merupakan kombinasi dari berbagai bunga jeruk, warnanya terang, rasanya tidak terlalu tajam dan beraroma jeruk segar.
7. Madu cengkih berwarna kuning oranye keemasan dengan aroma dan rasa cengkih yang enak.
8. Madu kapas berwarna terang dengan aroma khas dan rasa yang agak tawar. Madu ini mudah menggumpal sehingga sering dicampur dengan madu lain untuk memperlambat penggumpalan.
9. Madu bunga bakau (mangrove) tergolong madu hutan. Di Indonesia, madu bunga bakau dapat kita temukan di Provinsi Jambi. 
10. Madu kopi memiliki efek berkebalikan dari sifat kopi yang membuat orang tahan kantuk. Madu kopi cocok bagi orang yang sulit tidur.
11. Madu wild flower adalah istilah yang sering digunakan untuk madu yang bersumber dari bunga-bunga liar beraneka jenis.
12. Madu campuran, dicampur untuk memperoleh cita rasa dan warna yang diinginkan. Kebanyakan madu yang disajikan dalam kemasan praktis merupakan madu campuran 
 
Nah, kini kita tahu bagaimana membedakan beragam madu. Selamat memanfaatkan obat dari alam (dari berbagai sumber/ink).
 

 
 
  designed and created by it@coopsindonesia